• PELANGGARAN KODE ETIK

    PayTren adalah brand/merek yang sah secara hukum milik PT Veritra Sentosa Internasional. Brand/merek PayTren telah didaftarkan PT Veritra Sentosa Internasional pada Dirjen HKI di berbagai kelas yang mana salah satunya adalah software/perangkat lunak/aplikasi. Penggunaan materi PayTren secara sah adalah mendapat persetujuan tertulis dari Perusahaan dengan memperhatikan aturan yang telah ditentukan Perusahaan sebagai pemilik brand/merek PayTren. Ini merupakan contoh pelanggaran penggunaan materi (Peraturan dan Kode Etik Mitra BAB XIII Pasal 4, 6 dan 8)

  • Surat Izin Pemerintah Daerah

    Surat Izin Usaha Perdagangan, yang selanjutnya disebut SIUP, adalah Surat Izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Setiap perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan, yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

  • PAKET LISENSI

    Perusahaan menawarkan beberapa pilihan paket lisensi bagi mitra sesuai dengan kebutuhan (pelajari syarat dan ketentuan mejadi mitra), yaitu:

  • NILAI PROMO PERDANA (NP2)

    Perusahaan memberikan kepada mitra Nilai Promo Perdana (NP2) yang dapat ditukarkan dengan hadiah promo perdana (bisa berubah tergantung ketersediaan/kondisi produk) sesuai tabel yang berlaku dan tercantum di web resmi perusahaan.

Rabu, 30 Mei 2018

BI Akhirnya Restui Uang Elektronik Paytren Milik Yusuf Mansur


*BI Akhirnya Restui Uang Elektronik Paytren Milik Yusuf Mansur*
😍😍😍😍

Bank Indonesia (BI) akhirnya memberikan izin penyelenggaraan uang elektronik Paytren milik Jam'an Nurchotob Mansur alias Yusuf Mansur.(CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) akhirnya memberikan izin penyelenggaraan uang elektronik Paytrenmilik Jam'an Nurchotob Mansur alias Yusuf Mansur.

"Alhamdulillah (sudah kantongi izin dari BI) dah," ujar Yusuf Mansur kepadaCNNIndonesia.com, Rabu (30/5).

Rencananya, Yusuf Mansur akan meluncurkan kembali uang elektronik Paytren pada Jumat (1/6). Peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan penerimaan izin secara simbolis dari Bank Indonesia.

"Kerja keras selama 300 hari telah membuahkan hasil gemilang diperolehnya izin e-money dari BI," terang dia.

Uang elektronik Paytren sempat dibekukan oleh Bank Indonesia lantaran harus terlebih dahulu mengurus perizinan.

Selain memiliki bisnis uang elektronik, Yusuf Mansur juga memiliki PayTren Aset Manajemen yang sudah lebih dulu mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah mengantongi izin, kedua perusahaan tersebut rencananya bakal disinergikan guna saling menunjang bisnis.

Direktur Utama PayTren Aset Manajemen Ayu Widuri sebelumnya mengaku pihaknya akan berupaya mengejar jumlah pemegang rekening uang elektronik Paytren yang mencapai sekitar 500 ribu pada 2018.

"Setelah Paytren yang pembayaran mendapatkan izin, kami akan sinkronkan. Nantinya, produk kami bisa dijual di aplikasi Paytren pembayaran yang ada saat ini," ujar Ayu. (agi)

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180530205434-78-302362/bi-akhirnya-restui-uang-elektronik-paytren-milik-yusuf-mansur

Jumat, 25 Mei 2018

Apakah PayTren MLM?

Kalau ada pertanyaan, apakah PayTren itu bisnis MLM (Multilevel Marketing)? Ya, PayTren memang MLM tapi beda dari kebanyakan MLM lainnya karena PayTren MLM yang benar-benar secara sistem sudah syariah. PayTren sudah mendapatkan kajian, digodog dan evaluasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) supaya memenuhi ketentuan syariah dari segi bisnis sehingga Halal berdasarkan Islam. Walaupun belum ada ketok palu dari DSN bahwa PayTren sudah syariah, tapi PayTrensudah mengikuti apa yang diharapkan DSN dari ketentuan Syariahnya.
Terus apa bedanya MLM di PayTren dengan MLM Murni kebanyakan? PayTren itu MLM Syariah dalam artian tidak ada salah satu pihak yang dirugikan bahkan semua pihak yang terkait diuntungkan baik itu Mitra ataupun Perusahaan dalam hal ini adalah TRENI. Di PayTren tidak mengenal istilah tutup poin atau kejar target yang di wajibkan perusahaan. Hanya dengan cukup transaksi minimal sekali saja dalam sebulan menggunakan PayTren dan jika menjadi Mitra Pebisnis minimal ketika gabung bisa menjualkan 2 paket lisensi PayTren, itu pun bebas tidak dibatasi waktunya kapan mereka bisa menjual. Apakah itu berat? Saya rasa tidak. Intinya di PayTren, bagi mereka yang mau berbisnis menjualkan produk PayTren maka PayTrenmemberikan Komisi. Tidak hanya komisi, tetapi bonus, reward, royalti cashback dan penghargaan lainnya yang benar-benar menguntungkan mitranya. Jadi sudah jelas beda kan dengan MLM Murni lainnya yang menerapkan sistem tutup poin atau kejar target setiap bulannya sehingga seperti Sapi Perah, kalau mau sukses ya kejar target dari perusahaan, mungkin seperti itu.
Sekarang ini banyak Orang-Orang yang Anti akan MLM, mendengar kata “MLM” saja sudah anti dan menjauh. Jujur saya pun dan sebagian mitra-mitra di PayTren dulunya bagian dari mereka, sangat Anti yang namanya MLM. Tapi setelah jalani bisnis PayTren sangat menikmatinya. Dari segi sistem, MLM memang bagus tapi yang memberatkan biasanya dari yang trauma menjalankan MLM yaitu tutup poin dan produk dari MLM lain sangat susah di PayTren. Beda dengan Produk di PayTren yang tidak ada paksaan semua diserahkan ke Mitra. Apalagi produknya berupa Teknologi sistem aplikasi pembayaran. Siapa orang di Indonesia atau dunia ini yang tak pernah transaksi? Pasti semua suka dan butuh, jadi ini menjadi peluang bisnis yang sangat luar biasa apalagi dengan sistem yang dijalankan MLM. Siapa yang menjalankan, akan mendapatkan untung dan royalti yang luar biasa dikemudian hari.
Tidak heran, Mitra-mitra yang fokus menjalankan bisnis paytren dan konsisten sesuai sistem, dalam jangka waktu 5 bulan bisa mendapatkan penghasilan diatas 10 Juta/bulan dan semakin lama akan semakin besar. Apalagi besaran Royalti dari Cashbacknya, dan itu hasilnya bersih lho tidak ada kewajiban beli produk makin besar lagi. Itu sangat luar biasa. Jadi PayTren benar-benar menghargai mereka yang mau kerja sesuai usahanya.
MLM dari segi sistem sangatlah adil, menghargai mereka yang mau berusaha. Banyak orang yang salah tafsir, “Kalau di MLM itu yang untung adalah Upline atau orang yang diatas dan yang dibawahnya tidak akan mendapatkan apa-apa” saya rasa itu perkataan orang yang putus asa, negatif, sirik atau egois. Coba berpikir secara positif, Mengapa Upline biasa mendapatkan bonus dari mitra dibawahnya? Karena Upline sudah membantu dalam membimbing Mitra-Mitranya ketika mendaftar, menggunakan produk, apalagi bisa membimbing mitra-mitranya sukses juga. Jadi itu adil kan? Apakah Ikhlas? Makanya MLM itu syar’i. Dalam Islam saja mengenal Multilevel Amal, Allah SWT memberikan amalan perbuatan yang berlebih dan berlipat-lipat bagi mereka yang menuai kebaikan. Contoh saja, kita bersedekah dan mengajak orang untuk bersedekah juga. Ketika Orang lain itu bisa rajin bersedekah karena awalnya diajak kita, maka kita Inshaa Allah akan mendapatkan pahala dari setiap sedekahnya apalagi jika orang tersebut bersedekah dan semakin mengajak orang untuk bersedekah. Terus apakah sebagai Muslim kita iri kepada guru atau orang yang mengajarkan kita ke dalam kebaikkan? Saya rasa tidak, justru yang ada rasa berterima kasih. Nah sistem MLM pun seperti itu, apalagi PayTren wajar memberi bonus kepada leader-leader mereka, itu ada batasannya karena pada intinya semua orang bisa mendapatkan bagiannya. Jadi berpikirlah positif.
MLM Menurut Ustadz Yusuf Mansur
Mengapa Ustadz Yusuf Mansur, menerapkan PayTren dengan Sistem MLM? Silahkan simak Video Ceramah Ustadz Yusuf Mansur berikut ini. Semoga wawasan kita semakin terbuka tentang dunia networking yang sebenarnya.

Bagaimana? Apakah sudah terbuka wawasan dengan Apa itu MLM? Apalagi PayTren yang sistemnya syariah, dibuat dan dibimbing Ustadz Yusuf Mansur. Lebih dari bisnis yang kami rasakan jika gabung bersama PayTren. Mari Gabung bersama Kami, menjadi bagian keluarga besar dimana Kumpulan Orang-Orang Positif untuk Menuju 10 Juta Komunitas. Kami Jamin, gabung di PayTren akan beruntung dan tidak akan menyesal.

Rabu, 23 Mei 2018

PROFIL


Beranjak dari penggalian potensi masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan teknologi mutakhir, lahirlah gagasan cemerlang seorang Yusuf Mansur yang ingin menjembatani kemudahan pembayaran semua kebutuhan masyarakat dengan menggabungkan kebiasaan menggunakan gadget dan kebiasaan membayar kewajiban.
Sejalan dengan itu, pada tahun 2013 lahirlah Veritra Sentosa Internasional (Treni) dengan produknya PayTrenPayTren merupakan teknologi yang dapat digunakan pada semua jenis telefon selular atau handphone (melalui Aplikasi Android), Yahoo Messenger, Gtalk/ Hangouts, atau SMS biasa) dan dengan mudah/ sederhana maka kita dapat melakukan pembayaran seperti halnya kita melakukan pembayaran melalui ATM/ Internet Banking/ PPOB dan hanya berlaku di lingkungan komunitas tertutup/ intern (komunitas treni).
SEJARAH
Perusahaan didirikan pada tanggal 10 Juli 2013 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No.47 oleh Notaris/ PPAT H.Wira Francisca, SH., MH. Perusahaan ini didirikan langsung oleh pemilik perusahaan – Ustadz Yusuf Mansur.
JENIS USAHA DAN PEKERJA
Perusahaan menyediakan dan menjual teknologi atau perangkat pembayaran yang dikenal dengan PayTren, yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran melalui telefon seluler (handphone) setelah pengguna telefon seluler tersebut didaftarkan dalam komunitas treni. Fasilitas ini tidak dapat digunakan diluar komunitas treni.
Dalam menjalankan bisnisnya, PT.Veritra Sentosa Internasional menawarkan 2 (dua) pilihan/ kategori transaksi (akad) terhadap semua mitra khusus treni(komunitas treni), yaitu:
  1. Sebagai Pengguna pemakai PayTren
  2. Sebagai Pebisnis (turut memasarkan PayTren dan mengembangkan komunitas treni)
STRATEGI
Komitmen yang kuat dari karyawan dan kreativitasnya yang didukung oleh peralatan yang memadai menjadi benteng kami untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan dari berbagai tingkat.
Sebagai suatu tim, kami memiliki visi untuk menjadikan perusahaan sebagai bagian dari kebutuhan tetap masyarakat (life style) khususnya dalam hal menciptakan kemudahan/ kepraktisan serta penghematan terstruktur/ berjamaah yang akan dicapai melalui misi kuat kami, yaitu berkomitmen untuk menumbuh kembangkan komunitas treni sebanyak-banyaknya.

Perbedaan pengusaha dan karyawan

Tau bedanya pengusaha dan karyawan ? Mari ini penjelasannya :
Menjadi karyawan, artinya kamu bekerja keras untuk keuntungan orang lain. Apa yang kamu kerjakan sehari-hari semata-mata atas instruksi atasan. Meskipun lingkup pekerjaan memberimu ruang yang luas untuk mengembangkan ide, tetap saja jalannya perusahaan bukan kamu yang menentukan.
Berbeda dengan menjadi pengusaha. Meskipun hanya pengusaha kecil-kecilan yang berkantor dari rumah, kamu punya kuasa mutlak untuk menentukan arahnya. Kamu menjadi bos untuk dirimu sendiri, dan kesuksesanmu berdiri di atas kaki sendiri.
Apakah kamu calon pengusaha yang mandiri, ataukah kamu akan menjadi karyawan seumur hidupmu, bisa dilihat dari kondisimu saat ini. Mau tahu? Yuk!
1. Mental pengusaha menjalani hari sebagai kesempatan belajar untuk masa depan, sementara mental karyawan menjalani hari sebagai rutinitas saja
Menjadi pengusaha tentu ada ilmunya. Mulai dari manajemen yang baik sampai problem solving dari segala masalah yang mungkin terjadi. Karena itu, menjadi pengusaha juga tidak bisa instan, ada tahapan-tahapan yang ditempuh, termasuk bekerja untuk orang lain dahulu. Bagi seorang calon pengusaha, dalam setiap hari yang dilalui selalu ada ilmu baru yang didapat. Ilmu tersebut kemudian diterapkan sebagai jalan meniti masa depan. Sementara untuk calon karyawan selamanya, setiap hari dilalui semata-mata rutinitas saja. Pergi pagi, pulang malam, dibayar di akhir bulan, adalah siklus yang dijalani sehari-hari.
2. Target jangka panjang jadi fokus seorang calon pengusaha, sementara kamu yang akan jadi karyawan selamanya hanya berkutat di target jangka pendek saja
Bagi seorang calon karyawan selamanya, target yang diharapkan semata-mata gajian tepat di akhir bulan. Penghasilan yang didapat kemudian dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang terpenting adalah kebutuhan sudah terpenuhi, dan bila ada uang lebih bisa digunakan untuk bersenang-senang. Sementara untuk seorang calon pengusaha, target yang dipatok adalah jangka panjang. Apa yang ingin diraih bukan semata-mata gaji bulanan, tapi mimpi untuk punya perusahaan sendiri di masa depan. Karena itu, menabung dan investasi sana-sini sudah menjadi makanan sehari-hari.
3. Seorang yang bermental pengusaha punya ide kreatif dan berani mengatakannya. Sementara si mental karyawan mengiyakan semua perintah atasan sekadar cari aman
Soal ide, mungkin semua orang punya. Yang tidak dipunyai setiap orang adalah keberanian untuk mengungkapkannya, karena bukan hanya ditentang, ide juga bisa dihujat dengan kejam. Bagi seorang calon pengusaha, berpikir kritis sudah menjadi keseharian. Tidak jarang pendapatnya bertentangan dengan atasan. Jiwanya selalu tergelitik untuk mengoreksi dan melakukan perbaikan sana-sini.
Sementara bagi calon karyawan selamanya yang cenderung mencari aman, merek tidak pernah menganggap penting sebuah ide. Yang terpenting adalah request dari atasan terlaksana dengan sempurna. Masalah berhasil atau tidak, toh dia hanya menjalankan perintah.
4. Mental pengusaha tidak takut untuk mengambil risiko, sementara mental karyawan hanya ingin berada di zona nyaman
Dalam dunia usaha, terkadang untung dan rugi tidak dapat diprediksi dengan pasti. Jatuh bangunnya usaha bisa terjadi kapan saja. Bagi seorang calon pengusaha, risiko bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Dia tahu bahwa setiap keputusan ada konsekuensi yang mengikuti. Dia juga tahu bahwa untuk mencapai kesuksesan, bermain dengan risiko harus dilakukan. Berbeda dengan kamu yang puas menjadi karyawan saja. Zona nyaman di kursi yang kamu tempati sekarang, membuatmu enggan keluar dan mencoba berbagai peluang. Toh, semua kebutuhan sudah terpenuhi.
5. Ketika ada masalah, mental pengusaha berusaha menemukan solusinya. Sementara mental karyawan mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya
Perbedaan antara calon pengusaha dan calon karyawan selamanya juga terlihat dari caramu menghadapi masalah. Seorang calon pengusaha sejati, jiwa analisisnya sudah terasah sejak dini. Ketika ada masalah, dia cenderung akan mencari akar permasalahan dan solusi yang tepat sehingga permasalahan yang sama tidak akan terulang. Sementara bagi calon karyawan selamanya, daripada mencari solusi, dia lebih suka mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahan. Mulai dari orang lain sampai keadaan tidak luput dipersalahkan untuk menghindari tanggung jawab.
6. Seorang bermental karyawan cukup puas dengan jabatan bergengsi dan gaji tinggi, sementara calon pengusaha selalu berpikir karier saat ini hanya batu loncatan saja
Bagi seorang calon karyawan selamanya, cita-cita yang ingin diraih tentu saja sebuah posisi yang bagus di perusahaan. Ini tentunya diikuti oleh penghasilan yang besar. Uang yang banyak dan harga diri yang disegani sudah cukup membuatnya puas. Tapi tidak begitu dengan seorang calon pengusaha. Sebagus apapun posisi yang telah dicapai saat ini, dan setinggi apapun pernghasilan yang dipunyai, tetap saja banyak mimpinya yang masih harus dikejar. Yang ada saat ini hanyalah batu loncatan, sekadar tempat mampir untuk belajar banyak hal. Nanti ke depan, dia akan membuat perusahaannya sendiri.
7. Calon pengusaha tahu kesuksesan memerlukan pengorbanan yang berdarah-darah, sementara karyawan biasa ingin tahu bagaimana caranya cepat sukses tanpa usaha keras
Bila ditanya, sukses tentu menjadi tujuan semua orang yang hidup di dunia ini. Tetapi bagaimana cara meraih kesuksesan itu, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Bagi seorang karyawan biasa, sukses yang diinginkan tentu yang bisa diraih dengan cara-cara instan. Tidak perlu kerja keras, tidak perlu ngoyo, dan tidak pernah gagal. Sementara bagi seorang calon pengusaha, mereka paham betul bahwa sebuah kesuksesan butuh perjuangan.
Ada hari-hari yang dilalui dengan gelisah dan malam-malam yang dilalui tanpa tidur meski sekejap. Kegagalan adalah hal biasa. Jatuh sekali, ya bangkit lagi.
Untuk kamu yang senangnya main aman, lebih cocok untuk menjadi karyawan. Risikonya lebih kecil, sementara posisi tinggi dan penghasilan besar tetap bisa kamu dapatkan. Sementara kamu yang senang tantangan, dan tidak suka diperintah-perintah orang lain, menjadi pengusaha tentu lebih cocok untukmu. Ruang yang luas untuk berkreasi dan keberanian untuk menghadapi segala risiko yang tidak pasti, adalah modal usahamu saat ini.
Kalau kamu, cocok jadi karyawan apa pengusaha?
udah segitu aja dulu kalau berkenan mohon cendol nya atau rate la gitu.
Tolong dipahami mungkin bisa merubah cara pandang agan / wati sekalian .
Terimakasih

Cara Kerja Bisnis PayTren

*_CARA KERJA BISNIS PAYTREN_*
Untuk menjalankan PayTren sangatlah mudah, karna Anda hanya memindahkan semua transaksi yang selama ini Anda lakukan di Bank mau pun di outlet-outlet pembayaran dan pembelian, dengan bergabung di PayTren Anda pindahkan semuanya ke PayTren. Berikut ini 5 Langkah Sederhana untuk menjalankan Bisnis PayTren, yang akan memberikan gambaran betapa sederhananya menjalankan Bisnis PayTren ini. Yuk kita mulai.

*_1. BELI APLIKASI PAYTREN_*
Hal pertama yang harus Anda lakukan tentunya membeli Aplikasi PayTren. Caranya dengan membeli Lisensi Paytren (350ribu per lisensi). Tersedia paket Basic Rp 350.000.

*_2. IKUTI BIMBINGAN DAN PANDUAN BISNIS PAYTREN_*
Setelah melakukan pendaftaran dengan pembelian lisensi. Anda dapat mengikuti pembelajaran di member area dan mendapatkan bimbingan melalui forum belajar PayTren yang kami sediakan di group WHATSAPP & FACEBOOK KHUSUS serta Aplikasi Terbaru PAYTREN MESSENGER. Disana sudah kami siapkan bimbingan dan pola-pola marketing bisnis melalui cara digital marketing plus ofline marketing. Ini yang membedakan group kami dengan group lainnya. Kami sangat mengutamakan bimbingan terhadap mitra sampai sukses.

*_3. GUNAKAN PAYTREN & FASILITAS LAINNYA_*
Pindahkan semua transaksi Anda menggunakan PAYTREN. Dengan PAYTREN Anda mendapatkan fasilitas Virtual Payment, Virtual Shopping, Virtual Retail dan Virtual Education. Dari setiap transaksi yang Anda lakukan di PAYTREN, Anda akan menerima cashback transaksi pribadi.

*_4.BERBAGI MANFAAT PAYTREN/TRENI_*
Setelah Anda merasakan manfaat dan kemudahan yang Anda dapat dari PAYTREN, Anda ceritakan kepada saudara, teman, tetangga bahkan ke setiap orang agara mereka juga menggunakan PAYTREN.

*_5. NIKMATI ROYALTY CASHBACK PAYTREN_*
Setelah Anda memilki komunitas yang semakin hari semakin besar, Anda akan menerima cashback dari semua transaki yang dilakukan oleh komunitas yang Anda bangun. Semakin bayak Anda berbagi informasi PAYTREN akan semakin besar komunitas yang terbangun maka semakin besar juga cashback yang Anda dapatkan nantinya.

Anda Masih Bingung... Tak perlu khawatir..😊😊
Pakai PayTren saja terlebih dahulu. Isi pulsa, listrik, air & tagihan" bulanan lewat aplikasi *PayTren*..Nantipun seiring berjalannya waktu akan semakin faham jika belajar sambil praktek...😊😊😊🙏🙏